Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Pelatihan Daur Ulang Plastik: Sebagai Upaya Mengurangi Volume Sampah dan Mencegah Penyakit Infeksi yang Dapat Menghambat Penyerapan Gizi Bagi Siswa Sekolah Dasar
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak dan berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem serta kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang kurang optimal di lingkungan sekolah sering menyebabkan penumpukan limbah yang menjadi tempat berkembangbiaknya vektor penyakit, sehingga secara tidak langsung dapat memicu gangguan infeksi yang berpengaruh terhadap penyerapan gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan siswa sekolah dasar melalui pelatihan praktis daur ulang sampah plastik.Kegiatan ini menggunakan pendekatan tindakan (action research) dengan melibatkan 59 siswa SDN 24 Talang Kelapa, Banyuasin,Sumatera Selatan. Kegiatan intervensi dilakukan melalui pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) di mana siswa terlibat langsung dalam membuat karya seni kolase dari sampah kemasan plasik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan jurnal refleksi guru, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan lingkungan, sikap pro-lingkungan, dan keterampilan praktis siswa dalam mendaur ulang plastik. Siswa menunjukkan kesadaran lebih tinggi terhadap pengurangan sampah serta perubahan perilaku seperti penggunaan ulang wadah plastik di rumah dan penerapan kebersihan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini juga berkontribusi pada pengurangan volume sampah plastik harian sekolah serta meningkatkan keindahan lingkungan sekolah. Dengan demikian, pelatihan daur ulang plastik berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam mengintegrasikan ranah pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta berfungsi sebagai strategi edukatif untuk keberlanjutan lingkungan dan pencegahan penyakit infeksi yang dapat menghambat penyerapan gizi pada anak.